Oleh Kelompok 6
20 Oktober 2023 19.40 wita
Lokasi tempat pembuangan dan pembakaran sampah yang berada
di lingkungan kampus FISIP UNTAD, kamis (19/10/2023)
KELOMPOK ENAM, PALU – Ketika membakar sampah, maka sampah akan
menghasilkan asap yang dapat mencemari lingkungan dan memicu polusi udara.
Pembakaran sampah juga dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca termasuk
karbondioksida dan metana. Gas ini berkontribusi pada pemanasa global dan
perubahan iklim. Oleh karena itu, secara tidak langsung pembakaran sampah sama
saja berperan dalam perubahan iklim global yang semakin merusak bumi.
Pembuangan dan Pembakaran sampah
dilingkungan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik (FISIP) Universitas
Tadulako (UNTAD) dapat menganggu proses belajar mengajar antara Mahasiswa dan
Dosen juga mengancam Kesehatan mereka yang beraktifitas disekitaran lingkungan
kampus, pasalnya ini menjadi keluhan bagi sejumlah mahasiswa.
“ Pembakaran Sampah cukup
mengganggu untuk kami sebagai mahasiswa ketika proses belajar mengajar bahkan waktu
itu ada teman saya sampai batuk – batuk karena pembakaran sampah dilakukan pada waktu jam
pemberajaran berlangsung,” ujar Jalil salah satu mahasiswa ilmu komunikasi yang
merasa tidak nyaman akan adanya pembakaran sampah dilingkungan kampus yang kami
temui pada kamis (19/10/2023).
Asap dari membakar sampah jenis
apa pun baik plastik, kayu, kertas, daun, maupun kaca, melepaskan banyak
polutan beracun sehingga dampak dari pembakaran ini bisa menyebabkan Infeksi
Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“ dari pada dibakar dan menganggu
lingkungan kampus lebih baik sampahnya dikumpulkan dan langsung di bawa ke
Tempat Pemrosesan Sampah (TPS), apalagi sampah itu sudah berceceran kehalaman
kampus karena sudah penuh,” ungkapnya, sambil menunjuk tempat pembakaran sampah
tersebut.
Ternyata karena sampah yang
banyak dan tertumpuk sehingga butuh waktu lama agar semua sampah itu habis
terbakar oleh karena itu sampah yang dibakar pada soreh hari, masih akan
terbakar hingga besok paginya hal ini juga menyebabkan asap pada pagi harinya.
" menurut saya pembakaran
yang dilakukan di lingkungan kampus kurang strategis atau kurang tepat
dikarenakan berada di tengah – tengah fakultas, apalagi ini masuk dalam lingkungan
kita belajar jadi ada beberapa kejadian ketika adanya pembakaran sampah itu
bikin sesak napas dan bau asap yang dikeluarkan cukup mengganggu,” ujar ade
Safitri mahasiswa yang juga merasa terganggu karena pembakaran sampah di
lingkungan kampus yang kami jumpai pada kamis (19/10/2023).
Salah satu Dosen FISIP UNTAD
Roman Rezki Utama mengungkapkan bahwa
tempat untuk pembuangan dan pembakaran sampah ini kurang strategis karena
dibuat didekat Gedung tepat belajar mengajar, bahkan selalu dilewati oleh
mahasiswa maupun dosen.
“Saya pribadi juga merasa
terganggu dengan adanya tempat pembakaran dan pembuangan yang dibuat
dilingkungan kampus, dibilang terganggu karena asap ya memang benar saya merasa
terganggu karena juga menghirup asap yang berasal dari sampah kotor yang
dibakar, “ ujar Roman pada kamis (19/10/2023).
Natalita dikampus juga merasa
lokasi pembuangan dan pembakaran sampah di lingkungan kampus kurang strategis
karena berada ditengah – Tengah fakultas, tetapi mereka tidak bisa protes
mengenai tempat tersebut.
“ Saya tidak bisa menolak apa
yang ditugaskan oleh atasan (Dekan) karena kami hanya memngerjakan pekerjaan
sesaui dengan arahan dari atasan, kalua adik – adik ingin tahu kenapa dibuat
tempat pembuangan dan pembakaran disana, boleh langsung bertanya kepada atasan
saya saja, “ Ujar Epi salah satu Natalita kami temui pada kamis (19/10/2023).
Naasnya ternyata tempat
pembuaangan dan pembakaran yang ada di tengah – tengah lingkungan kampus ini adalah
saran dari Dekan FISIP, yang tanpa disadari efek dari pembakaran sampah ini
sangat besar bagi Masyarakat kampus.
Dikutip dari detik.com pada sabtu
(16/09/2023) Risiko membakar sampah dilingkungan
Membakar sampah dilingkungan
berdampak buruk bagi Kesehatan manusia maupun lingkungan. Salah satu dampak
dari membakar sampah adalah pencemaran udara. Selama proses pembakaran asap dan
partikel – partikel kecil dilepaskan ke atmosfer. Asap ini mengandung berbagai
zat berbahaya, termasuk karbon monoksida, senyawa organic volatile, dan logam
berat. Paparan terhadap asap ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti
batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata dan tenggorokan.
Dalam jangka Panjang, ini dapat
meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti Asma dan Bronkitis. Asap dari
pembakaran sampah juga mengandung polutan yang berbahaya bagi Kesehatan
manusia, seperti dioksin dan furan. Paparan jangaka Panjang terhadap zat – zat
ini dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan hormonal, dan masalah Kesehatan lainnya.
Bukan hanya udara yang tercemar,
tetapi juga lingkungan sekitar tempat pembakaran sampah. Asap dan partikel
berbahaya dapat jatuh ke tanah dan mencemari tanah serta sumber air. Ini dapat
merusak ekosistem local, mengancam keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan.
Serta mengganggu rantai makanan. Di samping itu pembakaran sampah dapat
menghasilkan emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO2) dan metana
(CH4). Gas – gas ini berkontribusi pada pemanasan global perubahan iklim.
Dikutip dari cnnindonesia.com
pada sabtu (05/08/2023) 5 cara buang sampah tanpa harus dibakar.
Melansir laman Departement of
Health of New York, berikut beberapa cara menyingkirkan sampah tanpa harus
dibakar :
1.
Reduce
Hindari
membuang sampah berlebihan. Beli lebih sedikit barang dan coba untuk memilih
produk dengan kemasan paling minim atau sederhana.
Dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, anda membantu mencegah polusi dan melindunsi lingkungan. Anda juga membatasi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, melestarikan sumber daya alam, dan menghemat uang.
Reuse
Belilah produk
yang dapat digunakan Kembali atau dikemas dalam wadah yang dapat di isi ulang.
Menggunakan
kembali memberikan alternatif yang sangat baik dan ramah lingkungan untuk
metode pengelolaan limbah lainnya. Reuse bisa mengurangi polusi udara, air, dan
tanah. Serta membatasi kebutuhan sumber daya alam yang baru, seperti kayu,
minyak bumi, serat, dan bahan lainnya.
3. Daur Ulang
Cobalah untuk
mendaur ulang sampah. Cara ini dapat mengurangi jejak karbon dan emisi.
4.
Membuat Kompos
Salah satu
bahan yang sangat potensial untuk diolah menjadi kompos adalah sampah organik
rumah tangga.
Pengelolaan
sampah rumah tangga menjadi kompos memiliki manfaat ganda, yaitu mengatasi
masalah sampah rumah tangga, sekaligus mendapatkan pupuk organic yang sangat
bermutu.
5.
Buang dengan benar
Pastikan
sampah rumah tangga diangkat oleh layanan khusus yang mengumpulkan dan
mengantarkannya ke tempat pembuangan sampah setempat.
Kelompok 6
1.
Maqvira _ B50121181
2.
Andi Halda Yudita Aulia _ B50121171
3.
Iyeth Salsa Azahri _B50121179
4.
Amdan Onde _ B50121174
5.
Abdul Hakim _ B50121173
Komentar
Posting Komentar